Konawe Utara, 14 September 2026 – Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Desa Banggina, Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara dengan Desa Porara, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, resmi diresmikan, Senin (14/9/2026).
Peresmian jembatan yang mengusung tema “Negara Hadir Untuk Rakyat” tersebut dipimpin langsung Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, didampingi Ketua Persit KCK Daerah XIV/Hasanuddin Ny. Renny Bangun Nawoko. Kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sosial berupa 1.000 paket bantuan kepada masyarakat.
Turut hadir Danrem 143/Halu Oleo Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto, S.I.P., M.Han., Bupati Konawe Utara Dr. H. Ikbar, S.H., M.H., Wakil Bupati Konawe Utara H. Abuhaera, S.Sos., M.Si., Dandim 1430/Konut Letkol Kav Kuswara, S.I.P., jajaran Kodam XIV/Hasanuddin, Forkopimda, PT Antam Tbk UBPN Konawe Utara, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta masyarakat sekitar.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan rombongan Pangdam XIV/Hasanuddin melalui tarian tradisional dan pengalungan bunga oleh Bupati Konawe Utara. Selanjutnya dilaksanakan laporan singkat pembangunan jembatan oleh Dandim 1430/Konut, sambutan GM PT Antam Tbk UBPN Konawe Utara, sambutan Bupati Konawe Utara, serta sambutan Pangdam XIV/Hasanuddin.
Dalam sambutannya, Bupati Konawe Utara Dr. H. Ikbar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pangdam XIV/Hasanuddin beserta seluruh jajaran yang telah berkontribusi dalam pembangunan Jembatan Perintis Garuda.
Menurutnya, jembatan bukan sekadar sarana penghubung antarwilayah, tetapi menjadi bagian penting dalam membuka akses pendidikan, kesehatan, pemerintahan, serta meningkatkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
“Jembatan adalah penghubung kehidupan. Ia membuka akses masyarakat, memudahkan anak-anak menuju sekolah, memperlancar aktivitas ekonomi, mendekatkan pelayanan pemerintahan, serta memperkuat hubungan antarwilayah dan antarmasyarakat,” ujar Bupati Konawe Utara.
Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha dan masyarakat dalam mempercepat pemerataan pembangunan di Konawe Utara.
Sementara itu, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko mengatakan pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan hasil kolaborasi antara Kodam XIV/Hasanuddin, pemerintah daerah, PT Antam serta berbagai komponen masyarakat.
Pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan mulai 27 April hingga 22 Agustus 2026.
“Saya berharap fasilitas ini dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya sehingga aktivitas pengguna jembatan tetap nyaman,” ujar Pangdam XIV/Hasanuddin.
Pangdam juga menyampaikan penghargaan kepada PT Antam, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Pemerintah Kabupaten Konawe Utara dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam pembangunan jembatan tersebut.
Ia berharap keberadaan Jembatan Perintis Garuda tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian dan mempererat hubungan sosial antarwarga.
“Besar harapan saya, keberadaan Jembatan Perintis Garuda ini tidak hanya memperlancar mobilitas dan aksesibilitas masyarakat sehari-hari, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian serta mempererat tali silaturahmi antarwarga di Desa Banggina dan sekitarnya,” ungkapnya.
Usai sambutan, Pangdam XIV/Hasanuddin bersama Ketua Persit KCK Daerah XIV/Hasanuddin didampingi para tamu VIP menyerahkan bantuan sosial secara simbolis kepada masyarakat.
Selanjutnya dilakukan penandatanganan prasasti peresmian oleh Pangdam XIV/Hasanuddin bersama GM PT Antam Tbk UBPN Konawe Utara, dilanjutkan pengguntingan pita sebagai tanda diresmikannya Jembatan Perintis Garuda.
Peresmian Jembatan Perintis Garuda menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus bukti kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dunia usaha dan masyarakat dalam menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dengan hadirnya jembatan tersebut, diharapkan akses dan mobilitas warga semakin mudah, aktivitas perekonomian semakin berkembang, serta hubungan antarmasyarakat dan antarwilayah semakin erat.
Negara hadir untuk rakyat, membangun konektivitas, membuka akses dan menghadirkan harapan bagi masyarakat.

